Drama Berpindah ke WordPress Selfhosted

Kenapa saya bilang drama hehehe, karena saya kebanyakan nonton drama Korea #loh #becanda qiqiqi. Ada banyak blogger yang tadinya udah aman tenteram damai sejahtera kaya raya yang sudah merasa PW alias posisi wuenak (ini bahasa tahun berapa ya), tiba-tiba entah dapat wangsit darimana kepengen pindah jurusan platform menjadi wordpress. Kebanyakan saya yakin alasannya biar terlihat keren karena punya domain dan hosting sendiri. Alasan lainnya, ternyata menggunakan wordpress lebih nyaman, enak, asyik, mudah dimodifikasi dan tampilannya lebih bagus. Apalagi yang sudah punya wordpress gratisan, pasti kepengen punya sendiri tapi mahal banget kalau mau upgrade seperti yang saya bilang disini. Kaya rumah aja, kalo bisa beli ngapain ngontrak qiqiqi.

Nah ternyata berpindah platform alias punya rumah sendiri yang harus kita urus sendiri, tidak semudah yang dibayangkan. Banyak blogger apalagi yang ngakunya gaptek begitu punya blog sendiri yang selfhosted tiba-tiba kaget dengan segala macam masalah yang dihadapi. Ternyata kok lebih enak yang gratisan ya, tau beres hehe. Oke drama apa siy yang saya bicarakan, lebay banget deh ah. Eh bukan lebay loh yaa, saya pernah nemukan postingan sese-blogger yang curhat habis masalah dia yang baru pindah blog qiqiqi. Saya juga ngga ngasih solusi sih dengan komentar, tapi jadi senyum-senyum sendiri baca postingannya. Gimana engga, saya juga heran kesambet apa sese-blogger ini yang punya niatan punya hosting sendiri tanpa tau resiko besarnya #mulaiLebay.

wp1

Well yang punya niatan untuk berpindahย jaringan platform, mungkin saya bisa memberikan sedikit pencerahan berdasarkan pengalaman yah hehe. Bukan untuk menakut-nakuti, suer. Hanya saja kalau ada niatan pindah blog yang diurus sendiri, setidaknya sudah tau masalah apa aja yang kemungkinan dihadapi dan apa kira-kira solusinya. Okey, lets start!!

Memilih Nama Domain

Pertama kali memulai blog wordpress selfhosted, hal pertama yang perlu dilakukan adalah memiliki nama domain. Murah dan gampang, bisa dibeli dimana saja. Akan tetapi yang agak merepotkan adalah pemilihan nama domainnya. Buannyaakk sekali teori-teori yang banyak beredar tentang nama domain ini. Yang mengandung kata kunci lah, jangan menggunakan dash (-), harus berakhiran .com dan segepok teori lainnya yang bikin bingung para pemula.

Kalau saran saya gampang, yaitu mudah diingat dan ditemukan. Nama domain seperti facebook.com, twitter.com dan google.com sama sekali ngga mengandung kata kunci kan. Bahkan kita juga ngga ngerti apa itu facebook, twitter kalau kita memaksa melihat dari nama domain. Toh pada akhirnya nama domain tersebut menjadi branding dari web itu sendiri. Jadi teori nama domain mengandung kata kunci cuman berhasil sama para penganut SEO yang men-duitkan webnya.

Kalau buat blogger sejati (cieh), enaknya menggunakan nama sendiri. Gampang diingat dan bisa saling mengenal melalui domainnya kalau kopdar hahaha. Jadi bebas sebetulnya menentukan nama domain asalkan tidak mengandung huruf alay ya hehehe.

Kapasitas Hosting

Nah banyak yang kurang mudeng, tiba-tiba aja ada email masuk yang ngabarin kalau kapasitas sudah overload. Iyess, jangan percaya gitu aja dengan hosting yang katanya murah tapi ternyata kapasitasnya kecil. Ukuran standar yang hobi ngeblog dan majang photo-photo narsis adalah 500MB. Lumayan cukup banget untuk ngeblog setahun dengan postingan sehari. Lebih hemat lagi kalau photo-photo ngga langsung diupload ke server tapi di tempat hosting gambar seperti Photobucket, Flickr dan lain-lain. Lebih irit kapasitas.

Hargapun bisa beragam antara penyedia hosting. Paling murah bukan berarti yang terbaik loh. Kalau masih ragu-ragu berapa kapasitas hosting yang mau digunakan, bisa mulai dari yang paling murah paketnya. Baru kalau sudah mau penuh bisa di upgrade. Jangan ragu-ragu kalau mau pindah hosting yang lebih baik dari sebelumnya, karena yang perlu dibackup hanyalah postingan aja dan photo yang tersimpan di server.

Masih berhubungan dengan hosting, salah satu yang perlu diperhatikan adalah bandwith. Jangan sampai begitu dikunjungi tau-tau bandwith limited exceed alias kuota untuk dikunjungi sudah habis dan harus menunggu bulan depan untuk normal lagi.

Blog Template

Sudah punya nama domain, sudah sewa hosting, sudah diinstall wordpressnya lalu bingung mau pakai template apa hehehe. Saran saya, untuk pertama kali pakailah template bawaan wordpress. Gunakan layout dua kolom dengan sidebar di kanan. Ada banyak template keren dan cantik diluar sana, baik berbayar maupun gratis. Dari menu appearance -> themes pun sudah banyak template yang ada di directory wordpress untuk di download.

Saya ngga bisa rekomendasi tempat download, cukup gunakan keyword di mbah google pasti sudah langsung muncul hasilnya. Dan gunakan yang betul-betul gratis ya. Kalau download bajakan dari premium template saya tidak menjamin keamanannya. Jadi kalau tiba-tiba di hacked blognya, saya sudah memperingatkan.

Apa itu Plugin

Ini mungkin yang masih bingung. Entah dari namanya atau kegunaan. Pengguna wordpress ย gratis dan blog gratis lainnya tidak menemukan fitur ini. Jadi memang kelebihan tersendiri menggunakan wordpress selfhosted yang mudah sekali melakukan apa saja dengan bantuan plugin.

Plugin adalah fitur tambahan berupa kode php yang bisa disematkan ke dalam blog tanpa harus mengubah core dari wordpressnya. Sudah cukup simple kan ya penjelasan saya. Intinya, kode tambahan untuk fitur yang dibutuhkan tanpa harus punya kemampuan koding, karena banyak developer/orang yang berbaik hati membuatnya dengan gratis hehe.

Plugin gratis bisa didapat di directory plugin. Fitur yang bisa didapat di plugin yaitu statistik, image gallery, anti spam untuk komentar, twitter update, facebook share dan masih banyak lainnya. Akan tetapi jangan lupa, kalau plugin itu memakan resources baik kapasitas maupun bandwith. Menginstall banyak plugin akan membuat blog menjadi berat. Dan pesan sponsor, jangan menggunakan plugin premium yang bajakan karena saya tidak menjamin keamanannya ya.

Kesimpulannya, hanya gunakan plugin yang betul-betul efektif dan aman untuk digunakan.

Tampilan WordPress yang Berbeda

Kesan pertama yang banyak dikemukakan oleh teman blogger yang beralih dari wordpress gratis adalah “kok ribet ya”, “bingung caranya”, “kok beda sih” dan lain sebagainya. Secara default / basic, tampilan akan sama saja yaitu posting, pages, comments, theme dan beberapa yang merupakan bawaan wordpress. Hanya saja, di wordpress gratis semua sudah tersedia. Kita hanya perlu melihat menu widget dan menambahkan apapun yang mau kita pasang di sidebar.

Kalau ternyata kesan pertama sama yang saya sebutkan diatas, jangan panik. Pelajari pelan-pelan fiturnya satu persatu. Siapkan waktu untuk menambahkan plugin yang dibutuhkan. Mulai test drive blognya dengan menulis ya, jadi tau kira-kira butuhnya apa.

Spammer

Just another drama… Iyess makin populer blog wordpress makin banyak juga spammernya. Apalagi kalau menggunakan plugin seperti All In One SEO hmm big no no buat saya. Pertama-tama yang harus disetting untuk menghindari spam adalah menonaktifkan fungsi user registration di settings -> general dan memoderasi setiap komentar yang masuk.ย Akifkan akismet (yang sudah include dalam instalasi wordpress). Dan periksa komentar spam di menu comments lalu pilih empty spam untuk menghilangkan semua spam yang masuk.

Hacked??

Whoppsiiee, pasti rasanya kesal, capek, bete mendapati tau tau blognya di hacked. Udah tanggung males, bingung ngga tau ngapain terus dibiarin ajalah males nulis qiqiqi. Saya tau banget perasaan itu ๐Ÿ™‚

Ada banyak hal yang bisa membuat blog wordpress kita di hacked. Yang pertama adalah penggunaan bajakan, seperti theme premium bajakan dan plugin premium bajakan. Yang kedua penggunaan plugin sembarangan. Belakangan ada rilis kabar tentang daftar plugin yang rawan terhadap pembajakan. Yang ketiga, pembajakan dari servernya. Dan masih banyak lagi, capek juga saya jabarin satu-satu karena intinya ya udah dibajak mau diapain lagi.

Paling gampang minta tolong ke penyedia hosting untuk membantu mengatasi masalahnya. Kedua bisa juga dengan memformat ulang dan menginstall yang baru. Terus yang udah ditulis gimana dong? kalo penyedia hosting yang baik pasti akan mem-backup kan blog kita. Atau rajin-rajin lah membackup tulisan sebulan sekali supaya tulisan kita aman #selfnote.

Suspend

Apalagi ini suspend yak?? hehehe… Pastikan membayar kewajiban domain dan hosting setiap tahunnya. Biasanya sudah ada peringatan untuk memperpanjang layanan sepuluh hari sebelumnya. Jadi manfaatkan waktu tenggang tersebut untuk memperpanjang. Karena ada beberapa aturan kalau lewat dari masa perpanjangan. Yang terparah adalah kita harus membeli domain yang kita punya dengan harga sepuluh kali lipat. Dan bagaimana dengan hostingnya, ya sudah namanya suspend sudah tidak ada layanan yang aktif alias dead blognya hehehe.

Postingan diatas bukan bermaksud menakut-nakuti tapi sekedar informasi dasar yang harus diketahui kalau berfikir untuk memiliki wordpress selfhosted. Happy blogging.

Advertisements

19 thoughts on “Drama Berpindah ke WordPress Selfhosted

    1. iya mba, kalo ngga mau repot dan fokus menulis di blog saran saya tetap pakai gratisan. Asalkan ngga melanggar aturan yang punya gratisan pasti ngga ada masalah ๐Ÿ™‚

  1. Iya, Mak. Capek banget pakai hosting berbayar. Dulu, kupikir jauh lebih aman dari yang gratisan. Setelah mengalami, baru tau, deh. Masa setahun bisa 3 kali di-hack. Hehehehe

    1. tenang mba, ada email pengingat sebulan sebelumnya. Kalo saya secepat mungkin di perpanjang. Kebanyakan pada lupa dan akhirnya beli baru lagi daripada beli harga 10x lipatnya

  2. saya pakai theme canvas woothemes
    theme ini bagus banget karena fiturnya yang dahsyat
    tapi ya itu, sewaktu visitor mulai banyak, theme ini terasa berat
    resource hosting terkuras
    apalagi jika semua fitur pada theme diaktifkan
    setiap fitur yang aktif akan disimpan pada database, hal ini juga membuat makin berat
    alhasil, web seringkali down karena hosting tidak kuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s