Pentingkah Halaman Disclosure?

Sebagai seorang blogger yang konsisten, sudah sangat wajar kalau ternyata banyak yang tertarik untuk bekerjasama. Bentuk kerjasama dengan blogger itu banyak sekali, hubungannya sudah pasti dengan uang hehehe. Siapa yang ngga mau, kalau ternyata buah dari iseng menulis di blog yang gratisan pula kemudian dilirik beberapa brand besar yang menitipkan review artikelnya untuk menjadi backlink. Kerjasama seperti ini biasa dikenal job review.

Selain job review, affiliate link juga bisa menjadi pendapatan yang lumayan dari blogging. Jadi dengan artikel yang kita buat, kita soft selling ke link jualan. Terkadang ada yang sadar ada juga yang tidak. Kalau yang sadar mungkin akan mengerti, kalau memang promo seperti ini dilakukan untuk menambah biaya maintenance misalnya. Yang ngga mengerti kadang kesel ternyata promo lagi promo lagi.

Didalam dunia social media ada yang juga yang disebut etika. Misalnya secara terselubung kita mempromosikan suatu produk, seakan memang tidak disengaja. Padahal itu sebetulnya berbayar. Jadi kira-kira sebagai follower orang tersebut merasa dibohongi ngga?Β Nah ini dibahas sama artis stand up komedi Pandji, yang kemudian blio memberikan hashtag sponsor / spon di dalam setiap tweet yang memang berbayar. Jadi saya merasa, saya ngga kecele dengan tweet promosinya. Dan berpikir, wajarlah dia hard selling banget karena memang dibayar.

Balik lagi ke masalah blog, wajar memang diantara postingan pasti ada artikel berbayar yang nyelip. Semakin rajin kita menulis pasti semakin banyak yang ingin bekerjasama.Nah, beranikah kita berterus terang kalau itu adalah artikel berbayar? atau diem diem aja yang takutnya malah menggiring opini negatif hehehe. Ini adalah salah satu etika dari ngeblog yang banyak dilakukan oleh blogger profesional (dalam maupun luar negeri).

Berterus terang bahwa beberapa artikel yang kita tulis adalah hasil kerjasama bisa kita tuangkan dalam satu halaman disclosure (pengungkapan). Cukup dengan beberapa kata saja, yang menerangkan bahwa sebagian dari artikel yang ditulis adalah kerjasama. Jadi pembaca tidak akan misleading kalau kita terlalu berlebihan memuja muji produk yang kita review.

Disclosure2

Menulis sebuah halaman disclosure ini saya buat pada saat pertama kali saya memanfaatkan affiliate sebagai penghasilan tambahan. Rasanya tidak etis buat saya, kalau para pembaca blog saya tidak menyadari bahwa saya menggiring mereka untuk membeli produk yang saya sebagai marketingnya. Jadi di setiap anchor link yang saya arahkan pun saya selalu menulis kalau ini adalah affiliate link dan memastikan mereka membaca disclosure sebelum melakukan tindakan apapun. Dan hasilnya, alhamdulillah lumayan yang memang menyadari kalau saya adalah sales terselubung hahaha.

Cara ini juga saya gunakan di social media, dimana saya menawarkan promosi satu paket dengan desain yang saya buat. Sehingga saat saya mempromosikan di FB atau twitter saya selalu memberikan tag [SPON] di bagian depan. Rasanya feeling good aja, karena dulu saat kuliah saya pernah presentasi etika bisnis dan tentunya ini membawa dampak yang baik untuk bisnis saya kedepan.

Buat saya, disclosure ini penting karena akan membawa blog kita ke step yang lebih tinggi sebagai blogger profesional dan erat kaitannya dengan etika.

Advertisements

19 thoughts on “Pentingkah Halaman Disclosure?

  1. Walaupun aku baru beberapa kali menulis review produk, rasanya memang apa yang Mak Shinta tuliskan di atas sangat masuk akal. Bener juga… selama ini aku gak pernah berpikir sejauh itu deh Mak. Makasih banget sharingnya… dan sepertinya aku juga harus buat disclosure ini juga. πŸ™‚

  2. Saya nggak bikin, Mak, tapi tulisan berbayar saya adanya di kategori advertorial. Jadi ya (saya anggap) semua tahu kalo saya dibayar untuk nulis advertorial. Saya nggak ikutan afiliasi, cuma review doang. :))

  3. Oooh…gitu yah mba πŸ™‚

    Sampai sejauh inih aku sangat selektif memilih produk buat di review lho, minimal harus cocok sama personal branding blog aku juga kali yah…
    Dan sebisa mungkin sih gak jualan yah…hanya sekedar menulis dari sudut pandang kita sebagai pemakai ajah…

    Makasih ilmunya yah mba πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s