Mendaftar Google Adsense (Test Case Nurul Noe)

Semenjak ketemu di acara Srikandi Blogger 2014, saya dan Nurul Noe lumayan akrab ngobrol-ngobrol masalah blog. Apalagi kalau bukan masalah teknis dan beberapa hal yang berkaitan dengan blogging. Tidak hanya sebatas tentang desain, pembicaraan suka melenceng menjadi bagaimana menjadikan blog supaya lebih produktif. Alias bisa menghasilkan. Secara kalau menggunakan domain dan hosting sendiri berarti ada biaya yang harus kita keluarkan setiap tahunnya. Syukur-syukur bisa nambah jajan buat ngopi cantik sambil ngeblog *tsah.

Selain job review, Adsense kalau dikelola dengan benar dan menggunakan strategi yang tepat bisa menjadi salah satu sumber penghasilan juga. Rasanya sia-sia aja kalau suatu blog ngga ada slot iklan. Karena kalau mengharapkan langsung dari pemasang iklan, rasanya harus kerja keras. Nah salah satu jaminan bahwa blog kita memang punya reputasi adalah dengan memasang Adsense ini. Karena apa? Kualitas iklannya terjamin tentu saja. Jadi ngga perlu khawatir ada iklan tidak related dengan niche blog atau bahkan iklan yah you know what I mean :p

Masalahnya di tahun sekarang ini, susah banget mendaftarkan diri menjadi publisher Adsense. Ngga seperti jaman saya dulu di tahun 2004-an yang saya bisa punya beberapa akun *uhuk dengan nama yang berbeda dan ktp yang beda pulak. Dan buat beberapa blogger, masih menjadi misteri bagaimana bisa sukses apply Adsense dengan sekali submit.

Nah, berhubung Nurul Noe adalah teman baik blogger saya, jadi saya dengan senang hati membantu untuk mendaftarkan blognya ke Google Adsense. Tentunya banyak faktor yang saya yakin bahwa blog NurulNoe.com bisa sukses diterima dan beberapa poin penting dan apa saja yang saya lakukan akan saya beberkan disini. Jadi pada bisa punya bayangan kan, sebetulnya apa yang harus kita punya dan siapkan untuk bisa mendapat approval dari Google Adsense. Dan trust me, butuh kesabaran dan persiapan yang matang. Toh kita maunya juga jalur halal kan *jiaaa.

Menyiapkan Sebuah Blog

Mulai masuk ke bagian yang agak ribet nih ya. Karena untuk mendapat approval dari Adsense kita harus submit satu buah blog saja untuk direview. Setelah di-review oleh tim Adsense, akan ada pemberitahuan apakah kita diterima atau tidak sebagai publisher. Tapi apabila sudah punya satu akun saja, kita bisa menggunakan tidak terbatas jumlah iklan dan blog atau situs. Tentunya ini ada triknya juga supaya tidak di banned karena pasti ada satu atau dua blog yang suka melanggar ToS yang sudah ditentukan. Yang saya berikan disini adalah jalur yang benar dan aman ya, dengan memiliki satu blog yang memang sudah bagus.

Tipe blog seperti apakah yang memang cocok untuk di-submit untuk approval Google Adsense. Seperti judulnya, saya menggunakan test case dari blog Nurul Noe. Blog Nurul Noe ini bisa diakses di http://www.NurulNoe.com. Bertema utama travelling, dengan jumlah view dalam perbulan sekitar 6000an. Memiliki kualitas konten yang orisinil dan photo orisinil juga sebagai pendamping konten. Dan konten berkualitas serta memiliki relevansi dengan kata kunci pencarian adalah kunci utamanya.

Tapi bagaimanakah membuat sebuah tulisan blog dengan kualitas dan sesuai dengan kata kunci yang sedang dicari orang. Lagi-lagi saya beberkan caranya yang seharusnya tidak susah untuk diikuti. Beberapa cara dasar yang sudah ditetapkan oleh Google sendiri adalah sebagai berikut :

1.  Membuat artikel untuk pengguna bukan robot

Di dalam salah satu sesi Fun Blogging yang saya buat bersama sahabat saya, ada satu materi mengenai Writing Great Content oleh Blogger sekaligus Editor Haya Aliya Zaki. Dan salah satu tipsnya adalah membuat konten yang bertenaga yang bisa dipahami oleh pembaca dan bukan robot. Penting sekali ternyata kita memahami bagaimana membuat konten yang baik yang tidak hanya terbaca oleh robot tetapi juga sesuai dengan apa yang dicari oleh pengguna internet.

Di kasus Nurul Noe, tulisan yang dimiliki oleh Nurul sangat baik untuk dipahami oleh pembacanya. Terbukti dari buku-buku yang sudah diterbitkan dan juga pemenang dari beberapa lomba blog. Ini membuktikan bahwa kemampuan menulis yang baik sangat diperlukan dan menjadi satu pertimbangan oleh tim Google yang akan menilai sejauh mana kualitas konten yang kita buat.

Jadi jangan malas untuk selalu blogwalking kemudian mempelajari sebuah tulisan dan mempraktekkannya tentu saja, agar kualitas menulis kita di blog sendiri bisa meningkat. Tidak perlu EYD yang dalam banget kok, engga. Cukup tulisan yang mampu dipahami oleh pembaca dengan baik dengan tata bahasa yang sopan dan memberikan beberapa hal yang memang sedang dicari oleh pengguna internet.

2. Jangan mengelabui pembaca

Hari gini masih menganggap search engine bisa ditipu. Pikir lagi deh kalau membuat sebuah judul yang menarik alias kontroversi atau yang berbau-bau negatif dan ternyata saat dibaca antara tulisan dan judul tidak ada keterkaitan. Siap-siap aja hasil pencarian akan langsung turun drastis karena dianggap tidak sesuai dengan kata kunci yang dicari.

Antara judul dan isi harus saling berkaitan dan hal ini jugalah yang terjadi di hampir semua konten tulisan yang dibuat oleh Nurul Noe. Tidak ada upaya-upaya tertentu untuk mengelabui pembaca dengan memanipulasi judul bahkan konten secara keseluruhan. Semua sesuai tema yaitu travelling dan sub tema adalah Backpacking with Children.

See, ngga guna kan kalau punya traffic rame tapi ternyata tidak sesuai dengan ekspektasi pembaca bahkan si mbah pun juga bisa tau. Kita ngga pernah tau apa yang bakal terjadi dengan blog kita kalau kita melakukan hal-hal seperti ini. Jadi saran saya jangan coba-coba kalau mau aman.

3. Tidak menggunakan trik curang untuk memposisikan peringkat blog di search engine

Biasa dikenal dengan Black Hat, cara-cara yah begitulah akan langsung dideteksi oleh Google. Jadi daripada bersusah payah melakukan hal-hal yang curang seperti itu, saya lebih prefer dengan pencarian organik. Pencarian alami yang memang datang ke blog kita karena kata kunci yang dicari.

Ada banyak kata kunci relevan yang masuk ke blog Nurul Noe. Diantaranya adalah kata kunci Air Asia (sebagian kata kunci). Sebagai bayangan, sebelum kecelakaan QZ8501, sudah banyak queri yang masuk ke blog Nurul dengan kata kunci tersebut. Dan memang ketika kita masuk dengan kata kunci yang dicari, akan masuk ke artikel yang sesuai dengan yang dicari. Itu baru namanya pencarian alami. Biarkan blog ditemukan karena memang dicari dan pengguna memang membutuhkan informasi yang kita tulis.

4. Membuat sesuatu yang unik dan berbeda dengan blog kebanyakan

Lagi-lagi ini artinya harus bertema spesifik. Untuk blog yang temanya agak bercampur, saya sadari memang agak susah. Ini pernah saya test case juga, kapan-kapan saya ceritanya ya. Tapi tidak hanya sekedar tema spesifik saja loh. Perhatikan konten pendukungnya juga. Mulai dari gambar sampai tema dari desain blognya.

Seperti yang saya bilang, blog Nurul fokus membahas travelling. Salah satu kepedean saya bahwa blog ini akan sukses diterima menjadi publisher karena memiliki tema khusus. Menariknya, salah satu unsur yang unik dan berbeda adalah backpacking with children. Membahas bagaimana cerita tentang traveling bersama dua anak lelaki yang tentunya akan banyak tips dan trik yang berbeda dari perjalanan sendiri.

Empat hal dasar ini perlu dipertimbangkan matang-matang memulainya tentu tidak mudah. Butuh latihan yang cukup untuk menghasilkan tulisan yang berkualitas dan baik di mata search engine. Tapi ini saja belum selesai. Ada beberapa hal yang saya lakukan untuk memastikan bahwa blog ini bisa sukses diterima dengan sekali submit.

Siapkan Hal Teknis

Hal teknis disini adalah yang saya lakukan untuk memastikan bahwa blognya memang layak untuk disubmit dan bisa sukses diterima dalam sekali review. Tidak terlalu banyak sebetulnya tapi memang saya lakukan supaya tidak ada kesalahan dasar yang akan membuat saya bekerja dua kali. Apa-apa saja selain hal diatas, ini dia listnya :

1. Pindah Hosting

Keterbatasan itu paling ngga saya sukai sebetulnya. Sebagai travel blogger yang rajin sekali meng-update tulisan dan memiliki photo yang banyak walaupun tidak semua di upload ke server, unlimited sepertinya sudah menjadi hal yang wajib dimiliki. Jadi akhirnya saya memindahkan semua isi blognya ke sebuah shared hosting unlimited yang saya tidak perlu khawatir lagi kalau sedang kehabisan kapasitas bahkan bandwith.

Entah ada hubungannya atau tidak, yang pasti kalau dikemudian hari ada review ulang maka blog Nurul Noe masih eksis dan tidak mengalami hal teknis yang berarti. Oia, saya memindahkan juga karena keluhan Nurul tentang cepatnya kapasitas tergerus yang bakal jadi peer panjang saya walaupun saban minggu saya rutin maintenance untuk mengurangi beban server.

2. Mengganti Theme

Penting ngga sih theme ini? Buat saya penting, bahkan saya pakai framework Genesis yang sudah direkomendasikan oleh para blogger profesional. Ini ngga hanya masalah job review aja ya, jadi keputusan saya menggunakan theme ini adalah dengan pemikiran panjang dan lebar. Jangan dilihat mahalnya saja trus berpikir cetek, kalau cuma buat job review ngapain pakai yang begini wekekek.

Salah satu pertimbangan menggunakan theme ini adalah untuk mendongkrak unique view dari blog Nurul Noe. Jadi sebelum saya submit saya mengajari dulu ke Nurul bagaimana memaksimalkan fungsi theme ini untuk keperluan SEO. Yang ngga pake ribet dan ngga repot, dan dalam beberapa minggu Nurul sudah melaporkan bahwa traffic blognya meningkat cukup baik.

2. Re-Desain Blog

Saya pernah membaca bahwa desain blog juga menjadi faktor penentu diterimanya sebagai publisher atau tidak. Dan daripada saya pusing-pusing mencari kebenarannya, saya langsung saja mendesain ulang blog NurulNoe.com dengan bertema minimalis. Tentu saja dengan fokus ke konten.

Minimalis adalah desain blog yang paling banyak dianjurkan supaya pembaca lebih fokus atas apa yang kita tulis. Tidak terdistraksi dengan iklan dan juga pop-up yang menyebalkan. Dan spesialisasi saya untuk membuat yang begini, karena saya tidak perlu repot dengan vektor dan sebagaimana macam asesori tidak penting sebetulnya. Saya hanya fokus dengan konten dan berusaha meminimalisir plugin yang memberatkan blog tersebut.

3. Reputasi Blog

Saya memastikan bahwa blog ini bereputasi baik. Seperti misalnya tidak nyepam, bebas malware, dan isu-isu lainnya. Cara mengecek apakah ada isu di suatu blog tersebut bisa menggunakan Google Webmaster Tools yang bisa mendeteksi apakah ada masalah khusus di blog tersebut.

Oia saya juga menghapus queri-queri negatif yang masuk ke blog Nurul Noe, seperti misalnya kasus artikel cabe-cabean itu. Beberapa hal yang diperlukan juga saya lakukan di Webmaster Tools seperti submit sitemap dan beberapa hal detail mengenai link yang saya jelaskan lain kali ya. Intinya, blog harus bebas dari isu diatas dan dipastikan memiliki reputasi yang baik di mata search engine dan juga pembaca.

4. Mobile Friendly

Kenapa hal ini menjadi penting? karena saya sadari bahwa setiap saya mengakses hasil pencarian dari Google, ada label khusus dari hasil pencarian itu. Yaitu penambahan label Mobile-friendly di link situs hasil pencarian. Ini membuktikan bahwa penting punya blog yang responsive, yang mudah diakses bahkan secara mobile dengan device yang berbeda ukuran. Dan ini juga ternyata berpengaruh terhadap ranking suatu blog.

Kalau ternyata dari hasil pencarian saja sudah diistimewakan, berarti asumsi saya mungkin tidak salah. Bahwa dengan memiliki situs yang mobile-friendly alias responsif, bisa dipastikan akan memperbesar kemungkinan diterima. Dan saya tidak mengerti apakah menggunakan plugin mobile site akan sama hasilnya, karena sepengetahuan saya plugin tersebut akan mengkompres banyak hal yang ada di blog termasuk isi kontennya.

Yap panjang bener deh ya penjelasan saya hehehe. Tapi saya seneng aja sih studi kasus dan menganalisa hal-hal yang bisa dipelajari dan dijadikan pengalaman buat yang membaca blog saya. Dan sebagai catatan, ini adalah studi kasus yang saya pelajari berdasarkan kondisi blog Nurul Noe. Mungkin hasilnya berbeda tapi garis besarnya kurang lebih adalah yang saya tulis.

Jadi kesimpulannya, untuk menjadi publisher Adsense sekarang ini memang cukup sulit tapi bukan berarti tidak mungkin karena dengan cara yang baik dan memang dengan menunjukkan kualitas blog yang kita miliki maka kesempatan itu akan selalu ada. Bekali kemampuan blog kita setingkat lebih tinggi dibandingkan blog lain dan pastikan bahwa kita memang layak menjadi publisher yang menjunjung tinggi etika dan legal. Karena buat saya sih yang penting halal supaya berkah *halah.

Fakta Blog Nurul Noe

1. Nurul Noe menggunakan platform WordPress Selfhosted

2. Domain diregistrasi pada bulan Juli 2013 sehingga usia domain baru setahun

3. Blog ini merupakan pindahan dari WordPress gratisan yang semua postingan dan gambar diekspor ke selfhosted

4. Semua photo adalah original karya Nurul Noe

5. Postingan diupdate rutin kira-kira 4 sampai 6 postingan dalam sebulan

6. Semua tulisan juga dibuat sendiri oleh Nurul Noe tanpa ada unsur penjiplakan

7. Google Page Rank nya adalah 1 dan Alexa rank sekitar 900rb an.

Advertisements

109 thoughts on “Mendaftar Google Adsense (Test Case Nurul Noe)

  1. Membaca postingan berasa banget kepukul nih semangat, pengen banget bikin konten yang bagus dan berbobot. Sedang terus mencoba. Tentang GA ini penasaran juga, mau uji nyali ah, dengan optimis akan diterima, tapi kalo ditolak, ya, memang sudah sewajarnya keles…. Makasih Cikgu Shinta, sharingnya.

    1. Justru karena ada sumbernya ditulis jadinya dianggap kurang original. Sebaiknya pakai photo dari pixabay.com aja mba, jangan comot dari hasil googling 🙂

  2. Mba Shinta, mau nanya, semoga berkenan jawab ya Mba^^

    1. Adakah usia minimum sebuah blog untuk didaftarkan ke google adsense? Misal satu tahun gitu.
    2. Untuk mendaftar GA prosedurnya gimana ya Mba?
    3. Dan mau minta saran, sembari berbenah, blogku yang didaftarkan mending yang nyakrotun.com dengan niche nggak terlalu khusus (family and parenting) atau dapurotun.com yang berniche khusus masakan?

    Terimakasih Mba Shinta :*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s