Matematika Uang

Beberapa waktu yang lalu, saya dan beberapa teman-teman blogger diundang secara khusus untuk FGD (Focus Group Discussion) oleh Live Olive. Buat yang belum tau, Live Olive adalah situs keuangan yang menjawab tentang permasalahan keuangan khususnya bagi wanita. Situsnya sendiri sangat lengkap. Mulai dari forum, money guides, money basics bahkan ada tools yang bisa kita gunakan untuk menganalisa kondisi keuangan kita sendiri.

Saya dateng bersama 3 orang sahabat blogger lainnya yaitu mba Lita, mba Lidya Fitrian, dan sahabat satu paket saya yaitu mba Haya. Diskusi hangat dan santai ini dipantau juga oleh konsultan dari Live Olive Singapura dan akhirnya beberapa pembicaraan tercampur menjadi dua bahasa yang berbeda. Selama kurang lebih hampir tiga jam kami membahas bagaimana cara mengatur pendapatan dan kemudian membaginya menjadi pengeluaran yang rutin dilakukan tiap bulan.

Sudah pasti setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam pengelolaan uang. Apapun itu, yang penting gimana caranya kita bisa survive dari bulan ke bulan, yang kalau bisa ada sisa untuk ditabung. Nah ini yang kadang jadi misteri saya. Bagaimana secara hitung-hitungan kadangkala tidak masuk tapi ya bisa aja gitu nyampai ke akhir bulan. Bahkan masih bisa ditabung untuk budget jalan-jalan.

Matematika uang ini, buat saya semacam hitungan yang tiada akhir dan tidak bisa didefinisikan secara logis dan matematis. Bahkan beberapa kali hitungan yang ngga jelas ini membawa saya ke suatu kondisi penyelamatan keuangan dan penambahan materi yang jumlahnya tidak tergantikan. Untuk mendefinisikan matematika uang ini, saya ternyata tidak bisa menghitung 2 x 2 = 4. Tapi ternyata ada hitungan lain yang bisa menjadikan nilai uang kita bertambah dan menjadi tidak bisa diperhitungkan.

Survive karena Memberi

Semakin banyak memberi maka semakin banyak yang kita terima. Kelihatan aneh sih ya kalimat ini. Karena harusnya setiap apapun yang kita beri ke orang tentunya bagian kita akan banyak berkurang. Maka dari itulah ada muncul istilah pelit. Karena takut bagian yang kita miliki akan berkurang jika diberikan ke orang lain. Tapi ternyata ada rumusan sederhana yang tidak membuat kita akan kehilangan atau bagian apapun yang kita miliki. Dan berulang kali saya membuktikannya dan sudah menjadi bagian hidup yang tidak terpisahkan.

Sedekah rutin tanpa banyak cing cong, tanpa banyak tanya, tanpa banyak mikir, dan biarkan apapun yang sudah kita berikan tanpa berpikir macam-macam sudah menjadi bagian dari pemikiran saya. Misalnya begini, kita melihat ada pengemis, trus ngasi sedekah kan. Dan pernah suatu waktu kejadian, ayah saya lagi naik pesawat dan satu pesawat dengan pengemis yang biasa dia kasih wkwkwk. Gimana perasaan kita coba? Ya well, saat itu ayah saya ngga berpikir macam-macam, biarkan saja katanya. Mau bagaimanapun uang tersebut dipakai oleh pengemis itu sudah menjadi tanggung jawabnya, Sedangkan kita, ya mungkin pahalanya sudah tembus ke langit tanpa harus memikirkan uang yang sudah kita kasih.

Dan boleh percaya boleh tidak, setiap harinya saya bisa survive hanya karena mampu merelakan beberapa rupiah. Tapi tentunya hal ini tidak selalu berhubungan dengan materi toh. Misalnya beberapa kemudahan dalam antrian, keberuntungan, dan hal-hal yang diluar nalar suka dengan mudahnya terjadi. Dan saya selalu beranggapan kalau itu karena saya bisa memberi ke orang lain tanpa banyak berpikir. Salah hal lainnya, kesehatan, rejeki yang tidak terduga merupakan salah satu perwujudan dari timbal balik memberi itu.

True Story

Salah satu tempat favorit saya untuk bersedekah adalah di sedekahrombongan.com. Dengan tagline sederhananya menyampaikan titipan langit tanpa rumit, sulit, dan berbelit-belit rasanya cocok sekali dengan keseharian saya yang ngga mau ribet. Di sini, hanya dengan mentransfer ke rekening tersebut, semua langsung disalurkan. Tanpa perlu konfirmasi, tanpa perlu banyak pertanyaan, dan hasil sumbangan pun rutin dilaporkan. Sudah sejak lama saya selalu menyalurkan apa yang saya dapat untuk disumbangkan disitu.

Hasilnya bisa ditebak, hmm mungkin udah pada bosen lihat saya ada di televisi, majalah, koran, dan tabloid. Yup itu adalah salah satu keinginan saya untuk lebih eksis di jagat blogger ini. Tidak sampai satu tahun saat saya kembali menjadi blogger, semua tawaran berdatangan. Tentu saja, hal-hal yang tidak terduga juga datang. Dan yang paling berkesan adalah saat saya dengan sukarela membantu teman blogger membuatkan themenya kemudian blio mentransfer sejumlah uang ke sedekah rombongan, yang saya sendiri tidak tau jumlahnya berapa. Tiba-tiba ada sms masuk yang mengabarkan bahwa bonus tahunan saya saat menjadi kuli masuk ke rekening dengan jumlah yang tidak saya sangka-sangka.

Disitu saya berpikir, betapa dahsyatnya sebuah sedekah yang tadinya  tidak saya harapkan. Setelah ngobrol panjang lebar dengan teman blogger itu, barulah saya tau kalau ternyata situs tersebut membantu temannya dan sangat bersyukur saya menginformasikan situs tersebut. Sekedar informasi, blogger tersebut berdomisili di UAE dan mengirimkan saya sebuah miniatur Burj Khalifa yang kesohor itu. Dan saya sudah tidak bisa berkata-kata lagi.

Lain kisah lain cerita. Singkatnya, saya rutin bersedekah di sebuah yayasan penghapal Al-quran. Jumlahnya mungkin tidak seberapa, tapi saya selalu ingat kalau saya harus selalu melakukan transfer setiap bulannya. Dan satu hal, saya sangat percaya kalau apa yang saya miliki itu rejeki. Kalau hilang, dicuri, atau terkena penipuan berarti itu bukan milik saya dan saya kurang sedekah, itu aja. Dan keajaiban lainnya terjadi saat saya sedang liburan.

Bayangkan sebuah Iphone keluaran terbaru saat itu, nyemplung gitu aja di lautan luas yang bahkan itu bukan di Indonesia wekekek. Iya, hape saya yang harganya lumayan saat itu hilang. Dan entah dengan keajaiban atau entah dengan amal ibadah saya yang rutin saya lakukan, hape tersebut bisa kembali dengan selamat. Tidak ada ucapan yang bisa saya ucapkan melihat hal seperti ini terjadi di depan saya, di mata saya, dan saya alami sendiri. Well masih ngga mau sedekah? Pikir lagi…

Advertisements

7 thoughts on “Matematika Uang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s