Kalau Saja…

Saya sebetulnya agak sedikit terkaget-kaget dengan komentar yang masuk ke blog saya. Iya, komentar anak perempuan kelas lima SD yang memanggil saya tante hehehe. Karena saya anak paling besar, sudah biasa sebetulnya dipanggil bude oleh keponakan saya. Tapi, keponakan tertua umurnya baru satu tahun. Sisanya yang memanggil tante adalah teman-teman anak saya, yang masih berasa aneh karena kebanyakan mereka memanggil saya dengan mbak. Mungkin karena saya terlihatnya bukan seperti ibu-ibu pada umumnya *pasang sepatu roda.

Harusnya saya sudah tidak heran. Dengan perkembangan internet yang mudah diakses siapa saja, anak SD pun sudah mampu untuk menemukan berbagai informasi. Tapi tetap saja saya bisa terbengong-bengong menemukannya di blog saya. Maklum, anak tertua saya baru berusia 7 tahun yang hanya menggunakan Youtube untuk belajar make up tutorial *emak yang aneh.

Untungnya, anak tersebut komen di postingan saya yang tentang sebuah museum di Jakarta yang akan dia kunjungi bersama teman-temannya sekelasnya. Sebuah museum cantik ke tengah kebun, yang memang sarat dengan edukasi walaupun suasananya agak sedikit creepy. Dan untuk keamanan, sayangnya mereka tidak lagi menerima pengunjung usia SD.

Tapi kemudian yang saya bayangkan adalah…Bagaimana seandainya, saya yang seorang penulis blog. Yang selalu menulis isu-isu masalah dewasa seperti yang dilakukan blogger cewe (punya anak) yang saya kenal dan banyak yang mendukungnya. Yang secara gamblang menuliskan mengenai sel*ngkangan, pel*c*ran, s*k*, dan hal yang saya sendiri itu risih membacanya. Trus tulisan saya itu ngga sengaja ditemukan oleh anak saya sendiri. Wew, ngga bisa bayangin.

Makanya, saya suka heran. Masih aja ada yang bangga menulis hal-hal yang sifatnya ngga layak untuk dibaca walaupun itu berupa studi atau tulisan ilmiah. Yang mungkin menurut dia ngga terlalu parah. Tapi kalau ternyata tulisan tersebut terbaca anaknya atau anak lain yang entah bagaimana caranya, mau ngomong apa coba.

Saya sendiri, yang punya anak usia SD masih khawatir dan was-was mengajarkan komputer. Iya, SD kelas 1 sekarang ada pelajaran komputernya. Yang mengingat saya udah bisa buat formula hitungan jaman pertama kali kenal komputer waktu SMP. Ngga heran kan saya punya ketakutan luar biasa kalau dia akan lebih jago dari saya. Baik itu dalam hal browsing ataupun sekedar bermain teknologi.

Kalau sudah begini, saya kudu banyak baca hal tentang teknologi yang bisa memprotect semua kegiatan yang ngga seharusnya dilihat. Tapi sejauh mana sih saya akan tetap melakukan hal itu. Kalau saja environment internet itu positif dan sehat, tentunya saya ngga akan khawatir berlebihan seperti ini. Ah tapi ini mungkin ketakutan saya aja sih ya.

Advertisements

6 thoughts on “Kalau Saja…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s