Mungkin SEO Cara Saya Berbeda, Tapi Ternyata Efektif untuk Blog Branding

Kalo udah ngomongin soal SEO, udah banyak lah yang berlomba-lomba buat bikin tulisan. Saya pun sebetulnya sudah males ngebahasnya. Apalagi dengan banyaknya workshop tentang SEO, saya melihatnya datar dan ngga best practice banget. Pasti yang dibahas, keyword, on site, off site, dan hal teknis lainnya yang memang butuh effort lebih banyak. Tapi sejujurnya hal itu ngga bisa di terapkan blog untuk branding. Karena prinsip blogger adalah nulis sesuka gue kan, toss dulu deh yang iya :D.

Tapi saat kita bicara tentang SEO yang memang digunakan oleh blog, di mana ada si bloggernya yang menjadi head line, perlakuannya akan sangat berbeda dengan SEO untuk e-commerce, toko online, dan hal-hal yang membutuhkan konversi. Kalo blog, konversinya dari mana dong lihatnya? karena klo cuma butuh komentar, ya blogwalking aja. Kan maunya tetep dapet traffic walaupun ngga update, maunya Alexa dan DA stabil biarpun ngga blogwalking. Jadi SEOnya memang ala-ala yang penting ada yang mengunjungi, begitu toh.

Makanya saya sih banyak belajar dari mastah yang spesial saya ubek-ubek, saya tanyain dari a-z, dan untung orangnya mau-mau aja saya culik ke Bogor buat ngajarin Tim BP wkwkwk. Kalo yang ngeh, pasti tau orangnya karena saya ke mana aja ama ini orang buat nyuri ilmunya. Baru deh kemudian dipertimbangkan apakah cara-caranya memang bisa dipakai untuk branding, yang notabene kudu diperhatikan caranya alias pake cara syariah getu *tsah.

Kemudian saya analisa perlahan, apa yang bisa saya pakai untuk blog yang notabene ngga bisa pakai cara-cara yang membahayakan. Karena kalau mau jujur, as a blogger, kita ngga sempet yang namanya kudu riset kiword, lah maunya nulis apa aja yang lagi kepengen ditulis kan. Ngga bisa juga ngisi konten berdasarkan yang lagi tren saat ini, lah iyalah kelibas ama media mainstream. Justru gimana caranya kita ngisi konten yang memang kita mau bagi tapi mampu ditemukan orang melalui Google.

disclaimer : cara ini ngga bisa dipakai oleh blogger yang ngakunya masih apalah-apalah, remah rempeyek, remah roti, dan sebutan blogger lainnya. Cara ini hanya cocok untuk blogger yang kepengen sharing pengalamannya di blog dan pengen tulisannya bisa bermanfaat dan dibaca orang banyak. Itu ajah.

SEO Blog untuk Apa?

Bosen ngga sih orang ngomongin kudu branding, branding, branding. Hahahaha, memang ngga ada yang kebetulan sih ya. Saya sampai di PM orang yang spesial bertanya, apa saya memang meng-optimasi blog saya sebagai branding. Karena pencarian dengan nama saya sudah sangat teragregat. Semua mengacu pada blog saya yang ada tiga dan akun Social Media Twitter & Facebook. Bahkan LinkedIn yang digadang-gadang akan selalu menjadi top one saat mencari seseorang, hal itu tidak terjadi untuk blogger yang memakai nama domain dengan namanya sendiri. Itu juga berlaku pada pencarian Image, hasil yang keluar akan sama dengan nama bloggernya.

branding

Gimana kasusnya kalo punya nama pasaran? Ya nasip ya bokkk wkwkwk. Eh ngga gitu juga loh, karena kalau memang pencarian namanya sudah terlalu acak, mungkin perlu dipikirkan nama beken yang unik. Bisa nama samaran, nama yang sedikit berbeda, atau nama yang memang belum pernah muncul di Google. Search dulu deh beberapa yang kira-kira bagus untuk branding. Baru kemudian samakan semua link social media untuk memudahkan pendukung hasil pencarian. Untuk image juga sama, beri nama ya nama si bloggernya juga dong.

Gunanya SEO yang lain tentunya dipakai untuk jalan mencari traffic selain paid traffic atau social media. Kenapa? kalau saya, saya sendiri sadar diri untuk tidak bisa update blog dan tidak selalu bisa mendapat traffic dari keaktifannya. Jadi satu-satunya cara adalah membuat konten yang memang sudah diset-up untuk selalu mendapatkan traffic dari jalur Google. Sehingga hitungan traffic saya akan stabil. Setelah itu, ya namanya juga blog, maunya juga ngisi semau-mau gue kan. Buat fun, buat curcol, buat sponsored post , karena udah terbukti memiliki rank yang stabil dan returning visitornya lumayan.

jepang

Hal lain yang saya dapatkan karena konten yang ter-SEO dengan baik adalah, saya bisa ketemu dengan pembaca blog saya di JEPANG. Iya, secara ngga sengaja waktu saya liburan ke Jepang sendirian, saya bertemu orang Indonesia yang bilang mengenali saya dari blog, dan tau nama saya Shintaries. Hei, dont you think its awesome. Tulisan saya ditemukan oleh pembaca yang tepat. Makanya saya bilang, saya ngga butuh komentar dari blogger, yang saya butuhkan adalah pembaca yang betul-betul mendapatkan informasi dari yang saya tulis. Ini kan terkait konten original yang murni saya tulis dengan kaidah SEO *jiah, jadi akan sangat useless kalau hanya dikunjungi oleh blogger yang blogwalking.

Karena apa? karena puanjanggg dan kudu lamaaa bacanya. Tulisannya ngga cocok buat yang sekedar mampir aja. Tapi tulisannya akan sangat cocok dan membantu untuk orang yang membutuhkan, itulah bedanya. Dan tentunya saya masih welcome banget dengan komen blogger dan mau sesekali berkunjung balik. Tapi ingat, bahasan ngga butuh komen untuk konten yang mana. Jadi nelannya jangan setengah-setengah juga wekekek. Nah kalau tulisan ini kan memang untuk blogger toh, pasti yang komen blogger juga :p. Ngerti kan ya bedanya. Kalau masih belum paham, komen berikut yang saya maksudkan.

Screen Shot 2015-12-06 at 9.39.15 AM Screen Shot 2015-12-06 at 9.39.59 AM

Caranya Gimana Sih?

Ada buuuanyak teori SEO di luar sana, ada banyak yang mau jelasin dengan senang hati, ada banyak yang mau ngasi trik-triknya, tapi saya melakukannya sesuai jalurnya dan menyesuaikan kebutuhan. Toh saya kan blogger *diulangi mulu. Semuanya disesuaikan dengan data dan analisa yang jelas. Jadi, saya tidak akan pernah menyarankan untuk beli backlink, nanem di mana-mana, dan ngga akan bisa bilang tulisan ini untuk lomba SEO. Which is, ada beberapa yang baca tulisan saya yang untuk dilombakan SEO, yang katanya kebagusan.

Tentu saja, karena konten saya murni untuk bisa dibaca dengan baik dan juga dioptimasikan dengan jalur yang benar. Jadi lupakan mendapatkan juara hanya membaca dari tulisan saya ini. Tapi gunakan tulisan saya ini agar blog kalian diingat sebagai media informasi untuk berbagi dan bermanfaat. Rasanya ngga terbayar kan, kalau ada yang email karena merasa berterima kasih sekali dengan tulisan kita. Saya yakin sudah banyak yang merasakan begitu. Sekali lagi, bukan SEO untuk konversi, bukan SEO yang hanya sekedar dapet traffic aja ya, ataupun SEO untuk blog yang anonim. Kita blogger yang kredibel bukan?

Yuks dimulai. Dari mana? Karena kita adalah blogger, dan kita pembuat konten, ya dimulai dari konten. Parameter apa aja sih yang saya pakai untuk menganalisa? Jadi gini, ada sekelompok orang pintar kurang kerjaan yang menganalisa, faktor apa saja yang mempengaruhi sebuah situs terindex di halaman pertama. Namanya Search Metric, yang merilis hasil risetnya dia tiap tahun. Memang sih negaranya US dan UK, tapi hal tersebut tidak mungkin juga dijadikan faktor untuk kondisi negara kita. Karena poinnya sama toh. Dan apa yang bisa kita gunakan, yang cocok diterapkan oleh blog kita yang mem-branding.

Screen Shot 2015-12-07 at 10.11.58 PM
Source: http://blog.searchmetrics.com/us/2015/07/30/ranking-factors-2015/

Konten adalah Raja

Screen Shot 2015-12-06 at 12.32.11 AMSearch Metrix menunjukkan bahwa di tahun 2015, konten dengan jumlah kata rata-rata 1285 menjadi konten yang sering terindex di halaman pertama. Ini naik dari angka tahun sebelumnya dari 902 kata. Bahkan Search Metrix memberikan nilai 2 untuk hal konten karena itu adalah The Most Important thing yang harus diperhatikan. Di konten saya? ada 2200 kata hanya untuk satu tulisan saja dan masih bersambung pulak.

Bagaimana dengan tingkat keterbacaan konten yang sedemikian maha panjang? Makanya saya bilang, saya butuh orang yang baca itu yang memang butuh informasinya. Pasti dibaca sampe habis kok, malahan masih tanya-tanya karena masih kurang penjelasannya wkwkwkw.

Tentunya ini berkaitan juga dengan template. Makanya saya selalu rewel, bikin background body tulisan itu putih dan themenya minimalis. Jadi kalo nulis panjang, orang betah. Fontnya jangan yang script, jangan yang aneh-aneh. Tapi pake sans atau sans serif. Biar ngga pusing dan miring-miring bacanya.

Trus apalagi, gambarnya dong yang dimasukkan. 1000 kata itu, dikasih 5 gambar pecahnya cuma jadi per dua paragraf. Kelihatan jadi pendek dan orang ngga bosen bacanya. Gambarnya kalo ngga punya gambar bagus gimana? cari di Pixabay atau cari di situs yang menyediakan gambar gratis dengan lisensi CC-0. Jangan asal comot sana sini dan memberikan kredit yang padahal belum tentu orangnya juga ngijinin.

Screen Shot 2015-12-06 at 12.29.36 AM
2296 kata ya

Strategi kontennya gimana? Search Metrix menganalisa bahwa konten holistik adalah konten yang mudah terindex. Yang kaya gimana? analisa mendalam dan terbagi dalam tahapan penjelasan yang jelas plus ada solusi. Makanya saya suka bilang, blogger itu pinter-pinter semua loh. Ngga gampang bikin tulisan bagus dengan penjelasan panjang apalagi buah pikirnya sendiri. Tinggal dikeluarkan aja semua ilmunya, semua pengetahuannya, buat dibagi. Masa sih ngga dapet lebih dari 1000 kata.

Temanya apa aja? well ngga perlu penjelasan ribet ala ala bikin roket. Tapi sederhana dan mendetail. Contohnya nih, nulis tentang masalah kesehatan atau penyakit. Jelasin kira-kira apa penyebab penyakit, trus udah ke dokter mana aja, trus udah minum obat apa aja, abis itu gimana pengaruhnya. Jelas dan runut. Bagus lagi kalo bahasanya beneran natural dan ngga menyebar kata kunci di mana mana setiap paragraph.

Masalah keyword gimana? Good news, berdasarkan riset juga, keyword sudah menjadi hal yang akan ditinggalkan karena mulai diabaikan. Lah trus dari mana kalau ngga pake keyword, lihat dari mana si mbahnya? Katanya sih begini :

As the trend away from keywords and towards relevant content continues, high-ranking sites are shifting their focus from using keywords based on search queries to trying to understand the user’s intention as a whole.

Jadi satu kesatuan tema yang membentuk hasil pencarian. Misalnya begini, saya menulis tentang musim dingin, lalu pasti harus ada jaket, sepatu boots, suhu, dan lain-lain kan. Nah itu yang lebih dilihat apakah memang benar keyword yang dicari itu akan relevan dengan konten kita. Percuma aja kita cari keyword apa yang paling banyak dicari trus kontennya ngga relevan atau ngalor ngidul yang ngga ada hubungannya, yah goodbye deh nangkring di page one. Bisa aja kalau tetap mau pakai keyword, tapi diprediksi tidak akan bertahan lama loh katanya.

Screen Shot 2015-12-07 at 9.49.30 PM

Wew masalah konten aja kayaknya ribet yah. Ini aja belum selesai perihal kontennya dan masih ada 4 lagi yang belum dibahas secara mendalam, di breakdown satu-satu. Tapi kalau saya sih begini, ngga semua artikel saya optimasikan. Capek ya bok bisa 2000 artikel setiap nulis wkwkwk. Makanya paling ada 5-10 artikel andalan yang memang saya buat dengan konsep dan strategi kaya gini. Jadi, kualitas dapet, optimasi juga dapet. Lebih gampang deh menurut saya dari pada mau buat konten aja kelamaan risetnya *eh.

Bersambung…

Advertisements

91 thoughts on “Mungkin SEO Cara Saya Berbeda, Tapi Ternyata Efektif untuk Blog Branding

  1. Smua akunku satu nama meski gak asli KTP hihi

    yg blm gambarnya….

    Seo, keyword, ngurusi itu emang capek. Dan nulis lbh dr seribu kataaaa, wa musti coba

  2. Oo..aku baru tahu ttg 1285 kata itu. Selama ini karena katanya yang penting di atas 500 kata jadilah aku nulisnya nggak nyampe 1000… kalo dah 700 mending dibuat bersambung tulisannya. Soalnya ada keluhan juga dari pembaca blog yg ke warnet dan lewat hape kalo kepanjangan. Mereka bilang ngabisin kuota..wkwkwk…jadilah aku pangkas kalo dah 700 kata mending dibuat bersambung.

    Btw… tapi bener. Aku senang jika bertemu pembaca blog yang setia. Pernah tuh pas ke apotik eh apoteker apotiknya pas liat namaku di resep langsung keluar dari dalam dan bilang “mbak ade anita. Aku pembaca blogmu. Makasih info2nya. Jadi hiburan sambil kerja.”
    Wahh.

    Masya Allah… itu asli bikin melambung banget. Meski dia nggak pernah ninggalin komen sekalipun tapi dia hafal semua cerita yg pernah aku tulis di blog. Sesuatu banget buatku itu.

  3. Sebagai wanna be, aku berkali-kali dibikin eungeuh kalo content is the king. Terus mendadak Mba ngejelasin kalo penggunaan keyword akan segera ditinggalkan. Waduwww, aku harus banyak belajar dari Mba nih.

  4. Baca ini sambil, oohh gitu, hhhmm oke, manggut-manggut.
    Selama ini ga pernah mertahiin SEO itu bagaimana.
    Memang priceless ketika ketemu orang yang ga pernah kita tau sebelumnya dan mereka tau dari blog yang kita tulis, dulu beberapa kali ketemu nasabah eh malah mereka yang tanya ini mba nuke yang blognya ini ya.
    Ternyata tulisan saya berguna juga.

  5. Bookmark mba. Semakin dibaca biar makin ngerti. Tapi berasa diingetin banget, SEO dari pandangan yang berbeda, soalnya dulu saya kira SEO yang lagi ngetren itu yang cara yang paling manjur

  6. Mba Shintaaa,aku padamu deh.. Habis baca post yang ini aku malah semangat banget buat nulis seperti biasa,nggak perlu rempong mikirin keywordnya bakal terdeteksi google atau nggak 😛

  7. Nice share.
    Kalimat yang kuat untuk dipetik adalah, kita blogger, suka suka kita mau nulis apa aja. Saya sepakat dengan hal ini. Hanya yang menjadi pertanyaan, karena saking suka suka mau nulis apa aja, apa hal ini tidak membuat konten blog menjadi belang-belang? Terlalu random.
    Saya mengalami masalah dengan hal ini, sih.

    1. Untuk membuatnya lebih rapi, kelompokkan di kategori. Jadi memang kita menulis apa saja, namun ngga random banget kalau ada kategorinya 😀

      Saya gado gado juga di shintaries com tapi dirapikan dengan kategori. Jadi ngga kelihatan random banget hahaha

  8. saya sangat setuju dengan :branding: , dan pola pikir saya condong ke branding,

    tp kebanyakan domain dengan include “keyword” biasanya selalu nongol di page 1.

    jadi gue sering ngiri gitu kalah sama domain yg include branding.
    punya saran?

    makasih ilmunya mbak 🙂 salam dari jepara kota kartini.

    1. Waduhh jauh jauh dari Jepara hhehee
      Jadi dua hal ini memang selalu jadi perdebatan. Apa memang branding harus mengandung keyword atau engga. Tapi buat saya, kaya facebook, google, twitter, they don’t even saya what they are. Mereka ngga menggunkan kata kunci apapun waktu pertama kali launch. Dan bisa sukses juga ngebranding as socmed, search engine, tanpa perlu memaksakan nama dengan keyword. Kalo saya begitu ^^

  9. Aku malah nggak pernah ngaku2 blogger apalah apalah, remahan apalagi rempeyek. Menurutku, meski itu bercanda, bisa loh jadi doa yang dikabulkan. Yang penting kalo aku sih nulis aja pengalaman sendiri, siapa yang tahu bisa diambil manfaatnya oleh mereka yang baca. Bahkan tulisanku yang lama, yg dimuat di media itu dibaca terus samapi sekarang dan menjadi popular post.

  10. Nyimak ilmu dari Mbak Shinta ternyata mudah dan ga njlimet. Selama ini banyak cari referensi tentang SEO dari blog blog SEO malah pusing sendiri.
    Thanks Mbak Ilmunya. Kapan-kapan boleh kopdar nih. 😀

  11. memang sudah terbukti ya kak kalo pembaca memang cari informasi pasti akan baca sampai habis. beda sama orang yang hanya blogwalking sekedar baca trs komen.. barusan juga saya baca tulisan ini sampe habis walaupun tulisan ini cukup panjang tapi karena saya penasaran sama trik SEO ala kak shintaries jadi baca sampai habis… bermanfaat banget

  12. Ahahaha, as always, Shintaries, selalu ikhlas baca postinganmu sampai akhir, karena gak ada “pesan terselubung” dari produk bla bla or blu blu, heuheu. Terima kasih sudah berbagi ilmu. Katanya, ilmu yang dibagikan itu selalu menambah pandai yang membagikannya. Sukses terus ya mbak Shintaries yang baik 🙂

  13. Makasih banyak mbak Shinta, wiih panjang tapi betah banget eh malah keburu bersambung. Makasih mba info soal SEO-nya. Bermanfaat sekali

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s